Ilmu Grafika

 

Percetakan Bekasi

Percetakan Bekasi

Berikut ini kami akan mencoba berbagi tentang ilmu dasar Grafika,
dibagi menurut bagian proses pengerjaan suatu barang cetak.
Pada dasar nya ilmu Grafika dibagi menurut 3 bagian :
1.Pree Press (Sebelum cetak)
2.Press (Cetak)
3.Proses Finishing (penyelesaian Cetak)

tapi kami disini coba menterjemahkan menjadi 5 prinsip penting
sehingga kita bisa menjadi seorang wira swasta di bidang percetakan :
1. Setting / Design
2. Acuan Cetak (Master/Plate)
3. Bahan
4. Proses cetak
5. Finishing

Dengan mengetahui dan menguasai kelima hal tersebut diatas,
maka kita akan dapat menentukan berapa harga sebuah cetakan.
Misalnya : Undangan, Buku, Brosur, majalah dan lain sebagainya.
Dengan kelima prinsip diatas para pengusaha menentukan harga untuk berbagai cetakan guna mengambil keuntungan,
sehingga begitu pentingnya kalkulasi harga pada setiap proses sehingga dapat menghasilkan keuntungan.
Dengan menguasai kelima prinsip ini para pengusaha percetakan dapat menjalankan usahanya dengan sukses.
Lebih lanjut akan kami jelaskan satu persatu tentang kelima hal tersebut.
1. Setting / Design
Desain merupakan proses awal pracetak yang sangat penting,
karena isi dari suatu barang cetakan, baik itu warna, tata letak, jenis huruf dan kalimat yang dihasilkan,
merupakan tanggung jawab dari seorang desain grafis.
Mungkin anda akan bertanya, “ Bagaimana bila kita tidak bisa mendesain?”.
Kita tidak perlu mendesain sendiri karena kini banyak jasa design yang sudah ada di setiap sentra percetakan.
kita bisa memperkerjakan seseorang atau kita bisa ketempat desain center untuk membantu menuangkan ide/kreatif kita, sehingga dapat menghasilkan produk grafika yang menarik atau sesuai dengan keinginan customer kita.

2. Acuan cetak (Master Paper / Plate seng)
Acuan cetak merupakan bagian / alat yang digunakan untuk mencetak dengan memasangnya pada mesin offset kemudian diperbanyak melalui proses cetak.
Ada 2 macam Acuan cetak dalam proses cetak, yaitu master paper (dari bahan kertas) dan plate seng (dari bahan seng/aluminium).
Master paper umumnya digunakan untuk cetakan dalam jumlah sedikit (1-10rim), sedang untuk jumlah yang banyak menggunakan plate seng yang lebih tahan lama. Dalam proses pembuatan plate seng kita terlebih dahulu membuat negative filmnya sebelum menjadikan positivenya pada plate seng. Kita buat negative film ditempat-tempat yang memiliki fasilitas ini. Biasanya pada bagian ini disebut dengan Repro. Harganyapun bervariasi mulai dari Rp. 11/cm2 sampai dengan Rp. 17/cm2 tergantung dari tempatnya. Dan perlu diingat, kita harus mengecek dengan teliti negative filmnya sebelum kita proses lebih lanjut, apakah ada font/huruf yang hilang atau ada yang rusak filmnya, Karena bila sudah terlanjur dicetak kita akan mengalami kerugian yang besar.
Dalam perkembangan tekhnologi grafika saat ini, proses pembuatan film sudah mulai di tinggalkan dengan adanya CTM (Computer to Master) pada proses pembuatan master cetak, atau CTP (computer to Plate) pada pembuatan plate seng, sehingga kemungkinan besar akan ditinggalkannya proses film pada industri grafika saat ini.
Contoh mesin CTM Elefax Japan:

Contoh mesin CTP Grohhi:

3. Bahan
Dengan mengetahui harga kertas akan sangat membantu kita untuk menentukan harga sebuah cetakan. Bahan kertas yang sering dipergunakan dalam dunia percetakan adalah : HVS, Doorslagh, NCR, Art Paper, Linen, Hamer, Ivory, Marga, Aster, BC dan Karton.
Selain mengetahui harga kertas, kita juga harus mengetahui ukuran dari masing-masing kertas,
misalnya:
· kwarto/A4 = 21 x 29,7 cm
· folio/F4 = 21 x 33 cm
· plano = 79 x 109 cm

Contoh bahan kertas:

Dengan pengetahuan tersebut diatas maka kita dapat mengetahui berapa jumlah bahan yang dibutuhkan dalam satu order cetak.
Dan perlu diingat, dalam order yang besar kita harus teliti dalam menghitung jumlah bahan yang dibutuhkan, bila anda tidak ingin rugi, dan sebaiknya kita dapat meng kalkulasi perhitungan bahan dan proses cetak sehingga kita dapat bersaing dengan percetakan lainnya.
4. Proses Cetak

Mungkin anda akan bertanya, ” Mesin cetak harganya mahal, saya tidak mampu membelinya !”.
Jangan pesimis, kita tidak perlu memiliki mesin cetak. Kita dapat mencetak ditempat lain yang memiliki mesin cetak yang sesuai dengan kalkulasi kita. kita harus jeli menyesuaikan area cetak mesin dan bahan yang kita gunakan. pada proses ini sangat dimungkinkan kita memilih ongkos cetak yang murah dengan kualitas yang baik.
Proses Cetak dilakukan setelah ketiga hal diatas yaitu design/setting, acuan cetak dan beli bahan dilakukan. Dalam proses cetak ini kita wajib mengetahui jenis jenis dari mesin cetak.
Karena dengan mengetahui jenis dari mesin cetak, kita dapat mengetahui ukuran kertas bahan dapat dicetak sesuai dengan area mesin offset yang digunakan.
Contoh mesin Cetak:
Offset Xarrina

Offset Autoprint

Offset Gronhi

A. Mesin Toko
· Ukuran kertas maksimal = 21 x 33 cm
· Ukuran desain/image maksimal = 20 x 31,5 cm
· Digunakan umumnya untuk nota, kop amplop, kop surat, kartu nama.
B. Mesin Ryobi
· Ukuran kertas maksimal = 36,5 x 52 cm
· Ukuran kertas minimal = 15 x 12 cm
· Ukuran image maksimal = 35 x 49 cm
C. Mesin Sakurai
· Ukuran kertas maksimal = 45 x 58 cm
· Ukuran image maksimal = 43 x 56 cm
D. Mesin SOR-M
· Ukuran kertas maksimal = 52 x 72 cm
· Ukuran kertas minimal = 30 x 40 cm
· Ukuran image maksimal = 50,5 x 70 cm
E. Mesin Speedmaster 52
· Ukuran kertas maksimal = 36 x 52 cm
· Ukuran image maksimal = 35,5 x 51,5 cm
F. Mesin Speedmaster 74
· Ukuran kertas maksimal = 53 x 74 cm
· Ukuran image maksimal = 51 x 73,5 cm

5. Finishing

Proses terakhir dari cetakan yaitu finishing.
Terdapat bermacam-macam proses finishing,
diantaranya adalah :
– Pemotongan : memotong bahan yang sudah dicetak sesuai dengan area yang kita inginkan.
Contoh mesin potong:

– Porporasi : untuk memudahkan penyobekan kertas, biasa digunakan pada cetakan tiket.
– Nomerator : pemberian nomer mulai dari 0001 sampai dengan selesai.

Contoh mesin Nomerator :

– Jahit kawat : menyatukan isi dan cover cetak biasa digunakan pada cetakan buku dan majalah.

Contoh mesin Jahit kawat:

Laminating (glossy dan doff) : pelapisan pada cetakan supaya lebih awet dan menarik.
– Hotprint : Pemberian efek panas pada maal dan menempelkannya pada cetakan dengan memberi kertas hotprint diatas permukaan cetak
– Embos : memberi efek 3D bagian cetak tertentu.

– Potong Khusus : memotong cetakan dengan area sesuai dengan mal pond, dan menggunakan mesin khusus/mesin Pond.
Contoh mesin Pond:

– Susun dan Jilid : menyatkukan bagian cetak dari setiap halaman hehingga pengaturannya sesuai menurut halaman.
Contoh mesin susun kertas (Collator):


– Blok Lem : menyatukan rangkaian cover dan isi cetakan buku menggunakan lem khusus yang dipanaskan.
Contoh mesin Blok Lem:

atau dapat juga menggunakan mesin DUPLO yang dirangkai khusus untuk mempercepat / meringkas penjilidan setelah proses cetak, yang pada umumnya memerlukan banyak tenaga dalam proses ini.
Contoh mesin finishing DUPLO:

Dengan proses finishing ini maka hasil cetakan akan tampak lebih indah dan menarik.
Contoh-contoh dari proses finishing :
Buku / majalah : susun halaman (collator), jahit kawat, Blok lem
Kwintansi : perporasi, nomerator, susun dan jilid
Undangan : Hotprint dan Embos
Brosur : Laminasi Glossy / Doff
Demikian sedikit pengetahuan kami dalam industri grafika, semoga bermanfaat untuk kita semua dan kami mohon maaf apabila banyak kekurangan dalam penjelasan kami.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *